mitsubishi pajero sport konfigurasi
0 Comments

Mitsubishi Pajero Sport adalah kendaraan SUV keluaran Mitsubishi yang berbasis pick-up Strada Triton. Diposisikan untuk menantang kejayaan Toyota Fortuner yang melenggang sendirian tanpa ada lawan berarti (ada Ford Everest, namun tetap tidak mampu menjegal penjualan Fortuner). Memiliki 5 trim dari 2 pilihan mesin dan 2 pilihan penggerak roda. Di antaranya GLS M/T 4×2, GLX M/T 4×4, Exceed A/T 4×2, Dakar A/T 4×2, lalu Dakar A/T 4×4 sebagai flagship. Range Harga Pajero Sport bervariasi dari Rp. 386 juta sampai Rp. 506 juta.

Perbedaan Exceed dan Dakar cukup sedikit. Grill Exceed didominasi oleh garis-garis, dimana dakar didominasi oleh honeycomb berwarna krom. Selain itu, perbedaan lain ada pada desain velg. Exceed menggunakan model jari-jari, sementara dakar model palang 6 yang lebih sporty dan terlihat kokoh.

Pada sektor interior tidak ada perbedaan berarti. Interiornya terlihat “plain” untuk mobil harga segitu. Terlalu datar, biasa saja. Meski wajar mengingat mobil ini merupakan SUV berbasis pickup, tapi, Ini lebih layak disebut mobil 200 juta daripada 400 juta Perbedaan Exceed dan Dakar hanya di balik setirnya Tuas paddle shift. Dari posisi duduk, beberapa orang suka posisi duduk mobil ini. Tinggi. Sehingga bagian kap mobil terlihat sampai depan. Ini hal kecil, tapi interesting, dan memudahkan untuk memperkirakan jarak ketika parkir. Setir dan tuas transmisi mudah diraih.

Pajero Sport Exceed memiliki torsi berlimpah. Namun agak sedikit ketika belum mendapatkan “sweet spot” alias RPM yang pas. FYI Torsi Exceed sudah keluar pada 2000 RPM, jadi jangan khawatir hal ini mengganggu, karena akan sedikit tidak nyaman tapi untuk jalan-jalan santai pada malam minggu. Dan khas mobil diesel ini adalah torsi yang galak di RPM rendah, namun nafasnya sendiri tidak panjang, sehingga mobil ini bukan mobil yang pas jika mengejar topspeed dan performa tinggi. Pengereman yang kurang baik, Meski sudah dilengkapi ABS+EBD tetap tidak berbohong kalau belakangnya masih menggunakan tromol, sehingga anda harus memperkirakan jarak jika ingin mengerem dari kecepatan tinggi. Dan handling yang sulit, sekali lagi mobil SUV dengan kolong setinggi ini bukan untuk kebut-kebutan.

Untuk soal tenaga dan torsi, Dakar jauh, jauh lebih baik ketimbang Exceed. Torsi flat dari 1800-3500 RPM sehingga anda tidak usah injak gas dalam-dalam, karena sepanjang 1800-3500RPM torsi 350Nm bersifat flat, tidak berkurang sama sekali. Ditambah “siulan” turbo juga nikmat di telinga. Beberapa rekan juga memuji habis – habisan performa mobil ini, bahkan banyak yang menorehkan top speed hingga 200 kpj. Hanya saja beberapa orang mungkin tidak suka posisi paddle shift yang tidak berputar mengikuti arah setir. Performa pengereman mobil ini jauh berbeda dari saudaranya, sudah mengadopsi 4-disc, sehingga dipacu pada kecepatan berapapun ia sanggup menghentikan laju dengan sempurna. Tapi sekali lagi, mobil ini bukan untuk kebut-kebutan, meski punya tenaga dan torsi mumpuni, jangan harap kemampuan menikungnya akan senikmat membejek gasnya, bodyroll cukup terasa, karena mobil ini punya kolong tinggi dan ban besar.

Dari luar terlihat gambot, tapi jujur, dalamnya sempit, row 2 bahkan lebih lega Honda CR-V yang berukuran lebih kecil, row 3 apalagi. Lantai tinggi membuat posisi duduk menjadi tidak nyaman, apalagi row 3, seperti jongkok duduk di row 3. Anda yang claustrophobic tidak disarankan untuk duduk di baris ketiga. Kecuali anak-anak.